PSPPI FTI UMI Sumpah 227 Insinyur

PSPPI FTI UMI Sumpah 227 Insinyur

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassarmenggelar penyumpahan insinyur bagi Program Profesi Insinyur (PPI), Kamis (22/10/2020).

Dekan FTI UMI Dr Ir Zakir Sabara mengatqkan, peserta pengambilan sumpah insinyur anhlgkatan kedelapan diikuti sebanyak 227 Insinyur, dari 237 yang terdaftar sejak awal.

"Sepuluh orangg di antaranya masih menjalani program jalur reguler dan Insya Allah akan mengikuti penyumpahan bersama angkatan kesembilan yang akan datang," kata Zakir dalam lapornnya.

Zakir memgatakan, bersyukur FTI UMI tetap memperoleh kepercayaan dari masyarakat untuk menjadi tempat tujuan pelaksanaan pendidikan Program Profesi Insinyur, sesuai dengan amanah Undang-undang No 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, dan PP No 25 Tahun 2019.

"Insya Allah PSPPI FTI UMI telah menghasilkan alumni program profesi insinyur berjumlah 999, ini angka cantik, namun kurang satu orng orang sehingga bisa menjadi seribu insinyur yang dihasilkan oleh UMI," terngnya.

Menurut Zakir, wisuda insinyur yang akan digelar Sabtu (24/10/2020), Ia sebut sebagai Wisuda Profesi Insinyur Nusantara, sebb peserta berasal dari Aceh hingga Papua, bahkan hingga Singapura dan Qatar.

"Latar belakang peserta pun sangat beragam, mulai dari Praktisi Keinsinyuran seperti SKK Migas, Pertamina, Pupuk Kujang, Pupuk Kalimantan Timur,dan perusahaan lain. Ada jiga kolega akademisi dari berbagai universitas dan unsur birokrat," ucap dia.

Dari unsur birokrat, lanjit Zakir, ada Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Pimpinan Balai Besar dalam lingkup Kementerian PU-PERA, beberapa anggota DPRD provinsi/kabupaten dari berbagai wilayah.

"Kali ini ada Wakil Bupati Bombana, dan tentunya yang membahagiakan adalah keikutsertaan senior-senior dari Pengurus Pusat PII dan teman teman praktisi keinsinyuran lainnya," pungkasnya.

Lanjut Zakir, ke depan FTI UMI mengharapkan kolaborasi dan sinergi dari dari para peserta PPI untuk kemajuan.

"Pintu FTI dan UMI selalu terbuka untuk Bapak Ibu, jika suatu ketika berkesempatan untuk ke Makassar, kami berharap bapak ibu bisa mampir dan berkunjung di kampus. Jika pandemi ini belum juga melandai atau belum sempat berkunjung ke Makassar, maka sesungguhnya kita hanya berjarak Zoom, dan Insya Allah kami semua selalu siap untuk saling menyapa, berbagi dan peduli," pungkasnya. (Tribun Timur)